Penulisan Paper dan Makalah Akademik

Download link e-book A-Z Penulisan Makalah Akademis

 

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS

Oleh : Herri Mulyono

Dosen Jurusan Bahasa Inggris
Politeknik Bina Indonesia, JakartaSelatan

Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP

Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. HAMKA

Jakarta, 20 Maret 2005

A. Pendahuluan

Salah satu ciri kemampuan yang dihasilkan dari sebuah lembaga pendidikan formal adalah kemampuan penulisan sebuah makalah atau sering juga disebut dengan paper. Pada lembaga pendidikan formal seperti pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan pendidikan tinggi (universitas ataupun sekolah tinggi) telah menjadikan penulisan makalah atau paper tersebut sebagai salah satu syarat kelulusan dari peserta didiknya.

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua term makalah dan paper, atau bahkan banyak kalangan memberikan definisi yang sama tentang keduanya. Dalam gambaran umum, Concise oxford dictionary – the tenth edition, makalah atau paper (selanjutnya kita gunakan istilah makalah) didefinisikan sebagai rangkaian pengujian terhadap beberapa pertanyaan yang dijawab dalam sebuah sesi. Atau dengan kata lain, makalah merupakan jawaban tertulis dari pengujian atas beberapa pertanyaan. Untuk mempersingkat pembahasan, term makalah dari definisi diatas inilah yang akan dijadikan landasan uraian isi dalam artikel ini.

Dari definisi term makalah diatas, maka diambil sebuah benang merah tentang definisi atas term makalah akademis sebagai penulisan makalah yang mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam dunia akademis. Aturan-aturan tersebut adalah antara lain; menggunakan level penulisan formal dengan format baku penulisan disesuaikan dengan lembaga yang terkait, bersifat ilmiah, didukung oleh fakta atau terdapat teori-teori (pendapat ahli) yang berkaitan dengan materi yang sedang ditulis serta sumber pustaka atau lebih dikenal dengan istilah bibliography (daftar pustaka), Nasution (1987) menambahkan bahwa syarat ilmiah dari sebuah makalah adalah jika mengikuti langkah-langkah yang umum dipakai dalam metode pemecahan masalah atau problem solving; yaitu:

1. Adanya masalah
2. Pengajuan hipotesis atau praduga jawaban atas masalah yang ada
3. Pengumpulan data
4. Menguji hipotesis, kemudian
5. Mengambil kesimpulan yang merupakan generalisasi jawaban dari pertanyaan yang telah diuji

Dalam artikel ini, pembahasan difokuskan kepada langkah-langkah dasar yang disusun dalam proses penulisan sebuah makalah akademis mulai dari perencanaan hingga pengambilan keputusan dan pemberian saran. Yang perlu diingat adalah, bahwasanya langkah-langkah tersebut bukan bersifat baku melainkan sebuah penawaran belaka bagi pemula dalam memulai penulisan makalah akademis mereka. Serta, format penulisan makalah yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan format penulisan yang lazim digunakan.

Langkah dalam proses penulisan makalah yang diuraikan dalam artikel ini lebih menekankan pada dasar pencarian sumber pustaka atau literature search yang dapat ditelusuri melalui jalur perpustakaan atau dapat juga melalui internet. Selain itu, uraian dalam artikel ini merupakan pedoman dasar dalam proses penulisan sebuah skripsi nantinya.

Contoh-contoh yang diberikan berkaitan dengan pembahasan dalam uraian artikel ini diambil dari sumber skripsi sebagai berikut:

“The Correlation Between Student’s Vocabulary Mastery and Reading Comprehension” (Hubungan Antara Pencapaian Kosa Kata Siswa dengan Kemampuan Membaca) oleh Wiji Hastuti, Jurusan Bahasa Inggris IKIP Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (2001).

“Pendekatan Keterampilan Proses dan Pendekatan Pencapaian Konsep dalam Pembelajaran Fisika” oleh Dwi Hariyadi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (2003).

“Students’ Response towards the Use of Supermemory Music in Reading Lessons” (Respon siswa terhadap penggunaan musik supermemory dalam pelajaran membaca), Studi Kasus di Intensive English Course (IEC) Tanjung Priuk Jakarta Utara oleh Herri Mulyono, Jurusan pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (2003).

B. Isi Artikel

Artikel ini berisi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses penulisan sebuah makalah akademis. Uraian pembahasan langkah-langkah tersebut ditulis dalam kerangka sebagai berikut:

a. Pendahuluan
b. Isi Artikel
c. Kerangka Umum Sebuah Makalah Akademis
d. Syarat Makalah Akademis Yang Baik
e. Mendapatkan Sebuah Topik
f. Topik atau Judul?
g. Menilai Sebuah Topik Makalah
h. Mengembangkan Sebuah Topik
i. Membentuk Kerangka Dasar
j. Sistematika dan Teknis Penulisan
k. Plagiarisme
l. Mana Yang Terlebih Dahulu Ditulis, Bab I atau Bab II?
m. Penulisan Uraian Pengembangan Topik dalam Bab II
n. Penulisan Bab I dan III
o. Penulisan Kesimpulan dan Saran
p. Pemilihan Judul
q. Penulisan Abstrak
r. Penutup

Daftar Pustaka

C. Kerangka Umum Sebuah Makalah Akademis

Dalam sebuah makalah umum, uraian jawaban atas pengujian terhadap beberapa masalah ditulis dalam kerangka sebagai berikut:

Abstrak

Kata Pengantar (halaman … )

Daftar Isi (halaman … )

Bab I Pendahuluan (halaman … )
1.1. Latar Belakang Masalah (halaman … )
1.2. Perumusan Masalah (halaman … )
1.3. Ruang Lingkup Pembahasan dan Batasan (halaman … )
1.4. Tujuan Penulisan (halaman … )
1.5. Manfaat Penulisan (halaman … )

Bab II Pembahasan (halaman … )
2.1. Definisi Term (halaman … )
2.2. Pembahasan Masalah (halaman … )

Bab III Penutup (halaman … )
3.1. Kesimpulan (halaman … )
3.2. Saran (halaman … )

Daftar Pustaka
Lampiran

Sedikitnya, sebuah makalah terdiri dari tiga bab seperti pada kerangka diatas. Tetapi, jika sebuah pembahasan dirasakan memerlukan penjelasan lebih maka uraian pembahasan tersebut dapat ditambahkan pada bab lainnya, misalnya bab III untuk penambahan uraian pembahasan dan bab IV dijadikan penutup. Dari sudut pandang inilah sebuah makalah dapat dibedakan dari sebuah skripsi yang sering merupakan hasil laporan sebuah penelitian. Pada sebuah skripsi, bab III dituliskan sebagai uraian metodologi penelitian yang digunakan dan bab IV merupakan uraian hasil penelitian yang telah dilakukan.

About these ads

Tags: , , , , , , ,

12 responses to “Penulisan Paper dan Makalah Akademik”

  1. ipotes says :

    makasi yach.. saya ijin nyedot artikelnya.

  2. myenglish01 says :

    Jangan lupa doanya ya mas.

  3. hengky says :

    tolong kirimkan update terbaru tentang makalah-makalah anda,karena sangat menarik pembahasannya.
    terimakasih

  4. myenglish01 says :

    Terima kasih mas Hengky telah membaca karya ilmiah saya. Makalah-makalah akademis tidak saya publikasikan secara gamblang, tetapi ada dalam bentuk format buku. Jika mas Hengky tertarik contact: 021-70053785

  5. rOna_fh07 UB says :

    tHANXs For ALl
    aBouT PrOSedur/SIStEMATiKa penUlISAN maKalAH”
    bCoZ Qu Ge BnGunG mMUlaI tUlIsAn tUgAs MaKAlah Qu maTa kUlIah KejAHatAn tyeRHaDaP SubYeK HukUM..
    yAnG ManA mMBeDaKan sECaRa KESelUrAhAn :
    KUHP (KejAHAtAn tERHaDaP kEsUsiLaaN) dEnGan uu pOrnoGrAFi
    Ok’ sKlI Ge tHanXs yUa”

    rOna fh07 UnIbRaW

  6. rOna_fh07 UB says :

    ….

  7. dede says :

    thx udah boleh diliat

  8. emrukhin says :

    Mas, minta tolong dunk kirimin contoh-contoh penulisan untuk tugas akhir, biar lebih gamblang. matur suwun

  9. nuri says :

    thanks 4 U’r explain.
    oy mas,klo definisi term itu sama artinya dengan kajian teori y ?

    • myenglish01 says :

      Banyak yang berpendapat definition of term sebagai kajian teori. Mungkin ada benarnya, tapi menurut saya kurang tepat. Misal, kita punya masalah free sex sebagai tema tulisan akademis yang akan dibuat. Ada berapa sudut pandang yang mungkin akan ditimbulkan?? Jika saya mengartikan sex sebagai “jenis kelamin” kemudian free sex diartikan sebagai kebebasan untuk melakukan aktivitas tanpa memandang jenis kelamin, pria atau wanita boleh ikut serta, apakah salah?? Lalu, jika ada orang lain berpendapat, free sex sebagai “kebebasan melakukan hubungan antar kelamin” baik untuk pria atau wanita, dimana pria atau wanita boleh memilih siapa saja yang diinginkan sebagai partner hubungan kerja, tidak terbatas pada gender tertentu, lalu apakah ini salah?? Atau, free sex diartikan sebagai “hubungan melakukan intim yang tidak dibatasi oleh jenis kelamin tertentu, artinya bukan hanya laki-laki dengan perempuan saja, tetapi juga diperboleh kan laki-laki dengan laki-laki dan sebaliknya, apakah kemudian ini yang dimaksud??
      Anda bisa lihat beragam persepsi tentang free sex. Nah, definition of term ini lah yang kemudian digunakan sebagai media untuk membatasi luasnya penafsiran tentang free sex. Atau, sudut pandang mana (pemahaman tentang free sex mana) yang anda gunakan dalam menjelaskan masalah dalam tulisan anda.

      Mudah-mudahan dapat membantu,

      Herri

  10. raya says :

    mas, kerangka paper yg sebenarnya itu gmn y? mirip makalah gak sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 57 other followers

%d bloggers like this: