I had an Interview with God

I Had an Interview with God*

Seketika seseorang berjumpa dengan Tuhan dengan sambutan Tuhan kepadanya; “Silahkan anda masuk ke istanaku.”

“Jadi anda akan mewawancaraiku?” Tuhan bertanya ramah kepadanya.

“Jika Engkau memiliki sedikit waktu untuk berbincang dengan ku duhai Tuhan Yang Mulia.”

Tuhan tersenyum dengan keindahanNya, dikatakan kepada orang itu “tidaklah waktuku terbatas dan cukup untuk menjawab setiap pertanyaan yang akan muncul dari pikiran anda.”

Lalu, orang itu memperbaiki letak duduknya dan mengeluarkan secarik kertas yang telah terisi daftar pertanyaan untuk Tuhan.

“Apakah yang sangat mengejutkan Engkau tentang kehidupan manusia?”

Tuhan tersenyum lebar seraya berkata:

“Ketika manusia berada pada masa kanak-kanak, mereka bosan dan ingin cepat segera tumbuh menjadi orang dewasa. Lalu, setelah tumbuh dewasa mereka amat sangat merindukan masa-masa kanak-kanak mereka yang indah dan berangan untuk menjadi anak-anak kembali.”

“Manusia bersusah payah mencari uang dengan mengorbankan kesehatan yang telah dianugrahkan Tuhan kepadanya, dan kemudian mengabiskan banyak uang yang telah dicarinya itu hanya untuk mengembalikan kesehatan yang telah mereka korbankan.”

“Karena ketakutannya pada hari esok (masa depan), manusia melupakan hari ini yang tengah dilaluinya saat sekarang ini padahal sesungguhnya mereka tidak sedang hidup pada hari ini ataupun hari esok.”

“Manusia hidup seolah-olah mereka tidak akan pernah mati, dan mati seakan-akan mereka tidak pernah hidup.”

Tuhan seketika meletakkan tangannya diatas tangan orang itu dan mereka berdua diam untuk sesaat. Lalu ditanyakan kepada Tuhan: ” Sebagai orang tua, apa yang akan Engkau ajarkan kepada anak-anak kamu nantinya?”

Jawab Tuhan:

“Kiranya anak-anakku belajar bahwa sesungguhnya mereka tidak akan pernah dapat membuat orang untuk mencintai mereka. Yang hanya mereka dapat lakukan adalah bagaimana membuat diri mereka sendiri layak untuk dicintai oleh orang lain.”

“Kiranya anak-anakku belajar bahwasanya sesuatu yang amat berharga yang ada pada mereka adalah bukan apa yang telah mereka miliki, tetapi siapa yang telah mereka miliki.”

“Kiranya mereka akan sadar bahwasanya tidaklah baik membandingkan diri mereka dengan orang lain, karena mereka akan dinilai secara individual atas kebaikan yang mereka telah miliki bukan kelompok.”

“Bahwa mereka akan belajar bahwa seorang yang kaya adalah bukan mereka yang memiliki segalanya tetapi mereka yang kebutuhannya paling sedikit.”

“Bahwa mereka menyadari akan mudahnya melukai perasaan orang yang kita cintai dan susahnya untuk menyembuhkan luka hati itu.”

“Anak-anakku harus belajar memaafkan dengan cara memaafkan kesalahan orang lain.”

“Anak-anakku sadar bahwa banyak orang yang amat sangat mencintai mereka tetapi tidak tahu bagaimana untuk mengungkapkan rasa cinta itu kepada mereka.”

“Mereka akan belajar bahwa uang dapat membeli segalanya kecuali kebahagiaan”

“Mereka akan belajar bahwa teman sejati adalah yang mengetahui segalanya tentang mereka dan bersikap apa adanya.”

“Mereka harus menyadari bahwa belum cukup orang lain memaafkan mereka, sebelum mereka memaafkan diri mereka sendiri.”

Beberpa saat orang itu terdiam, menikmati perbincangannya dengan Tuhan sebelum ia kemudian berterima kasih kepadaNya atas waktu dan semua yang telah Ia berikan untuk orang itu dan keluarganya.

Tuhan seraya berkata kepada orang itu:

“Kapan saja anda butuh, Aku akan senantiasa disini 24 jam. Yang harus anda lakukan hanyalah meminta kepadaKu, niscaya Aku kabulkan.”

“Orang akan senantiasa melupakan apa yang kamu katakana, melupakan apa yang kamu lakukan untuk mereka, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan apa bagai mana kamu berbuat hingga mereka merasakan sesuatu,” firman Tuhan menutup perbincanganNya dengan orang itu.

*Diterjemahkan dari artikel dengan judul yang sama “i had an interview with God” dari sumber yang tidak diketahui (Maaf bos, dulu sama dosen hanya diketahui fotocopy nya saja tanpa sumber). He he …

One thought on “I had an Interview with God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s