Aduh gimana sih ini pak dosen … kok malah buat mahasiswa bingung

Aduh gimana sih ini pak dosen … kok malah buat mahasiswa bingung

Oleh: Herri Mulyono

Beberapa waktu yang lalu saya menerima keluh kesah beberapa mahasiswa yang katanya “dibantai” dalam sidang skripsi. Banyak yang berkomentar bahwa sidang skripsi seperti halnya berhadapan dengan malaikat maut (walau sepertinya sih dilebih-lebihkan saja). Mulai dari perilaku dosen penguji yang arogan serta arah pertanyaan yang mulai keluar arah dari materi sidang itu sendiri. Tapi yang anehnya adalah .. (seperti tutur mahasiswa-mahasiswa itu) banyak dosen yang tidak ingin dibantah serta superioritas bahwa pendapatnya adalah sesuatu yang absolute dan tidak bisa dipatahkan. Ya … mungkin saya ingin membenarkan pendapat saya dahulu ketika para mahasiswa-mahaiswa itu datang mengajukan proposal penelitian dengan desain kualitatif; “Sanggup debat dengan para doctor dan magister itu?” Tanya saya dengan senyum simpul… “Sepertinya kamu tidak akan bakalan menang beradu argumen dengan mereka?” Ya… tak ayal kemudian saya menyarankan desain kuantitatif kepada mereka; sedikitnya mereka bisa punya dasar data yang mereka kumpulkan dan analisa sehingga kemudian bisa sedikit dijadikan pegangan ketika sidang skripsi.

Tapi, … tidak semua dosen bisa terima ketika mereka tersudutkan dengan fakta bahwa apa yang mereka debatkan itu ternyata tidak terbukti dengan fakta yang telah dikumpulkan oleh mahasiswa…. Akhirnya; mucul pertanyaan-pertanyaan baru yang sepertinya keluar dari norma-norma akademis dan lebih berkesan “menyerang” ketimbang “menguji.”

Yang anehnya … ketika si dosen mulai “kalap” atau “khilaf” dalam “penyerangan” itu .. revisi-revisi baru pun muncul diluar konteks keilmuan yang seharusnya… argumentasi struktur kalimat ditambahkan .. atau sub-bab baru muncul pada “tempat yang seharusnya tidak ada.” Lalu yang menjadi pertanyaan adalah; “Apakah dosen tersebut cukup mempuni untuk benar-benar menjadi seorang dosen yang memiliki kredibilitas dalam keilmuan?” atau “Dosen abal-abalan?” (maaf kalau agak sedikit kasar).

Kemudian, mahasiswa-mahasiswa tersebut menunjukkan kepada saya bukti-bukti revisi yang harus mereka kerjakan. Sebagian lain memperlihatkan beberapa sub-bab baru yang harus ditambahkan serta rantai teori yang tidak pernah habis dituliskan. Lalu kata saya; “Apa gelar dosennya?” Para mahasiswa tersebut kompak menjawab; “S-2, kok pak.” Sambil membolak-balik lembar revisi; “Masa sih, dosen sekelas S-2 harus merevisi seperti ini…”

“Memang mereka (dosen-dosen itu) lulusan mana, sih?” sedikit saya menyahut diskusi para mahasiswa itu.

Tidak ada jawaban. Mereka diam seribu bahasa.

Keheningan sesaat kemudian hancur dengan tawa saya melihat isi bab 5, yang seharusnya menjadi kesimpulan dan seran, harus dirubah dengan kesimpulan, temuan (penjabaran rinci tentang temuan-temuan), dan saran menggantikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya (mungkin bisa dipandang dalam saran terdapat rekomendasi, tetapi kenyataan tidak ada sama sekali, dan saran yang diberikan tidak berlandaskan hasil temuan yang diperoleh). Saya mencari dimana logikanya, bukannya bab4 telah diuraikan banyak tentang temuan-temuan dalam penelitian. Dan yang lebih aneh; kenapa formula korelasi pearson harus digantikan dengan rumus t-test untuk penelitian korelasi sederhana dua variable (walaupun t-test bisa digunakan untuk mengukur signifikansi korelasi, namun bagaimana bisa kalau perhitungan r-nya belum atau tidak ada?). Dimana logika berfikirnya??

Kalau memang dosen tersebut tidak mengerti, .. kenapa mahasiswa yang harus menjadi korban pemikiran mereka yang buntu?? Atau, kenapa tidak bersikap bijaksana dengan mengatakan ketidak tahuan mereka?? “Takut dibilang bodoh?” …

Sebagai penutup; saya ingin mengutip pembicaraan kami dengan (Alm) Prof. Dr. Siswoyo pada akhir-akhir kuliah kuantitatif research tahun 2002 yang silam… “Anda-anda ini (mahasiswa) adalah orang yang baru belajar menulis … ya jangan dibuat susah.”

3 thoughts on “Aduh gimana sih ini pak dosen … kok malah buat mahasiswa bingung

  1. jiiiaaaa pak sabtu nanti saya mau sidang Tesis nich, passs baca blog anda jantung saya derdetak 5x lebih cepat…. gila penguji S2 udah belagu kayak gitu, gimana penguji yang sudah punya gelar Guru Besar alias Profesor ye… ampuuun semakin tegaaang euy menghadapi sidang nanti…

    • Buat mba Putri, dulu saya juga pernah mengalaminya .. sampai kemudian Yth. Ibu Banu Pratitis, Ph.d memberikan kata-kata bijaknya:

      “Kamu yang ngerjain ini, Her?”

      “Iya, bu” jawab saya sederhana

      “Dari mana kamu dapat data-data ini”

      “Ya.., hasil dari lapangan bu.. saya menggunakan instrumen yang ibu telah bimbingkan kepada saya.” saya jawab tegas.

      “Kamu ‘ngerti cara ngitungny” ibu Banu lanjut bertanya.

      “Tentu bu, saya sudah mempelajarinya dirumah.”

      Ibu Banu kemudian mengatakan:

      “Kamu lebih tahu dari saya karena kamu yang mengumpulkan data, menghitungnya serta melakukan analisa.”

      “Jadi, kamu lebih mengerti seluk beluk penelitian ini ketimbang saya.’

      Hal ini lah yang kemudian memberikan “confident” lebih kepada saya bahwa: “Kita lebih TAHU tentang penelitian ketimbang dosen penguji”

      Syarat keberhasilannya hanya pada pertanyaan ini:

      1. Penelitian ini tentang apa?
      2. Kenapa melakukan penelitian ini?
      3. Manfaatnya apa?
      4. Dasar-dasar teorinya apa?
      5. Semua hal tentang metode penelitian
      6. Implikasinya apa?

      atau sederhanyanya pada APA, KENAPA, BAGAIMANA, HASILNYA APA?

      Nah kalo dosen penguji ngasih “WEJANGAN” macem-macem, JANGAN dibantah… cukup katakan: “Masukan yang luar biasa pak, terima kasih. saya akan perbaiki berdasarkan masukan-masukan berharga dari bapak.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s