EARLY WARNING SYSTEM – UJIAN NASIONAL (UN)

EARLY WARNING SYSTEM – UJIAN NASIONAL (UN)

Oleh: Herri Mulyono,

Anda mengajar di kelas XII??

Ada perasaan was-was tentang nilai UN siswa anda??

Bagaimana mengetahui kemungkinan nilai siswa anda pada UN 2009 ini?

Jika jawaban anda “YA” maka anda merasakan hal yang sama dengan saya sebagai salah seorang pengajar mata pelajaran yang di UN-kan. Tiap hari waktu anda dikonsumsi untuk mengajar dan membahas soal-soal serta melakukan TRYOUT baik secara mandiri atau memang kehendak sekolah. Atau, sering juga TRYOUT dilakukan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam menjawab soal-soal yang sebenarnya ditujukan “untuk sebagian orang” bagaimana supaya “posisinya tidak jatuh” akibat jatuhnya nilai siswa.

Tapi yang menjadi permasalahan adalah, analisa soal hanya difokuskan pada berapa siswa yang lulus dan tidak lulus tiap Tryout sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Guru diwajibkan untuk menganalisa soal sesuai dengan SKL dan mendeteksi indikator-indikator mana saja yang sering muncul atau jarang tampil dalam soal UN.

Walaupun usaha diatas benar dan dapat dijadikan patokan soal UN 2009, tapi sangat jarang guru membuat prediksi berapa nilai yang siswa dapat raih dalam UN 2009 nanti. Atau, berapa perkiraan nilai siswa pada UN 2009 nanti? Dan terkait hal ini lah hasil nilai-nilai tryout dapat digunakan sebagai panduan guru untuk memprediksi nilai minimum ataupun nilai maksimum siswa pada UN 2009 nanti.

Prediksi nilai siswa pada UN 2009 yang akan saya jelaskan sangat erat kaitannya pada Early Warning System – UN, yaitu seberapa mampu kita mendapat peringatan dini terhadap kasus-kasus ketidak lulusan siswa kita. Artinya, dengan mendapatkan peringatan dini kita dapat lebih waspada serta mampu memberikan bantuan dini baik secara personal maupun group, baik secara temporal maupun intensive kepada mereka yang dalam prediksi tidak lulus.

Bagaimana membuat Early Warning System (EWS) untuk mata pelajaran anda?

Hanya dua prasyarat; 1) hasil-hasil nilai tryout pada mata pelajaran anda, 2) Standar Deviasi dari nilai-nilai tersebut. (Untuk hal ini jika anda memiliki pertanyaan bisa berdiskusi dengan saya via email ataupun website saya, atau jika anda memiliki metode yang lebih baik dapat disebarkan kepada guru-guru yang lain).

Sebagai contoh; saya akan menampilkan nilai salah satu murid saya A dengan hasil nilai 6 tryout: 70, 70 53, 53, 70, dan 72. Saya ingin memprediksi bagaimana nilai dia pada TO ke 7? Berapa range nilai yang mungkin dicapai oleh siswa tersebut.

Tahap pertama, gunakan formula statistic standar deviasi (silahkan bertanya guru mata pelajaran matematika untuk menghitung standar deviasi), atau pada perhitungan dengan Microsoft excel gunakan rumus; =stdev(nilai1,nilai2,nilai3,dst) pada kolom formula. Standar deviasi, dalam pandangan saya, sangat berguna untuk mengetahuan kemencengan sebuah data dari nilai reratanya. Artinya seberapa suatu data dapat mencapai titik tertinggi dan seberapa jauh suatu data dapat mencapai titik terendah.

Dari perhitungan data-data hasil nilai tryout siswa diatas, maka diperoleh angka S=9.1. hal ini berarti nilai data siswa tersebut kemungkinan akan bertambah 9.1 point atau berkurang 9.1 point dari nilai reratanya.

Kedua, cari nilai reratanya. Untuk contoh diatas nilai rerata siswa tersebut untuk 6x Tryout adalah 64.7.

Ketiga, cari pertambahan dan pengurangan nilai tersebut. Dari nilai rerata cari nilai tertinggi kemungkinan siswa tersebut dapat memperoleh; yaitu 64.7+9.1 = 73.7 dan cari nilai terendahnya dengan menghitung 64.7-9.1 = 55.6.

Dari perhitungan diatas, dapat terprediksi nilai tertinggi A kemungkinan 73.7 dan nilai terendah adalah 55.6. Dengan menggunakan standar kreteria kelulusan, maka dapat disimpulkan bahwa pada TO ke-7 siswa A dapat lulus (standar kelulusan mata pelajaran minimal 5.5)

Hitung persentase kemungkinan A dapat nilai lebih dari 5.5 dengan cara hitung jumlah T0 (7 kali), jumlah nilai yang lebih dari 5.5 pada TO 1-6 (4, 5 dengan nilai tertinggi TO7), maka kemungkinannya adalah 5/7 x 100%, yaitu 71%.

Hasil yang saya peroleh untuk TO ke-7 siswa A adalah nilai 62 (berada pada range 55.6 – 73.7).

Hal ini membuktikan prediksi saya untuk range nilai siswa bisa diprediksi (saya sedang mencari perhitungan yang lebih akurat, bukan sekedar range nilai lagi, doakan ya..).

Silahkan menggunakan perhitungan tersebut untuk memprediksi nilai siswa anda. Atau anda bisa mendownload dari link berikut untuk menggunakan simulasi. Simulasi EWS UN

INGAT! Simulasi ini merupakan sistem peringantan dini saja, bukan penentu nilai UN sesungguhnya. Jika anda ahli statistik, silahkan di koreksi dan dikembangkan sehingga bermanfaat bagi yang lain.

Jika anda merasa artikel ini sangat membantu anda, silahkan di share melalui sosial media dibawah ini.

2 thoughts on “EARLY WARNING SYSTEM – UJIAN NASIONAL (UN)

  1. Mendingan UN thn ini d jadikan UN yg trakhr aj,coz adanya UN itu tdk bsa menjadi patokan bhwa siswa layak dan tdknya lulus.

    • UN mungkin dalam sudut pandang tertentu tidak dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan siswa. Tetapi, tentu pemerintah berhak untuk mengukur seberapa jauh Kurrikulum Nasional diimplementasikan dalam proses belajar mengajar serta tingkat keberhasilannya sebagai salah satu alat pengukuran tingkat pendidikan. juga, pemerintah sangat perlu apakah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditentukan dalam silabus pengajaran benar2 mencapai tujuan yang diharapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s