Dalam tatapan ia berkata…

Dalam tatapan ia berkata…

by Myenglish Uhamka on Friday, December 24, 2010 at 10:17pm
Tanda penuntun waktu lampu merah mulai menghitung mundur,
Kuturunkan kaca jendela mobil, sekedar memberi udara sekedar untuk masuk ditengah sesak ibu kota
Kulihat sekeliling dari kaca depan mobil, tergopoh seorang gadis cilik menggendong bayi laki-laki mungkin

Bayi mungil itu mungkin berumur kurang dari satu tahun,
Ya, … sekitar satu tahun
aku yakin umurnya sekitar itu, seumur Fariz mungil anak bungsuku

Si gadis kecil bernyanyi simpul..
Sebenarnya, bukan bernyanyi.. tapi aku lebih suka mengatakan bergumam..
Ya bergumam, karena aku tidak mengerti apa yang sedang ia nyanyikan

Ia bernyanyi, … tapi wajahnya tidak sedang bernyanyi
Sendu meratap sedih

“Om, kasih uang om, …”
“Untuk makan, om..”

Si bayi mungil itu mendelik,..
Ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh gadis kecil
Kakinya hanya meronta-ronta…
Mungkin panas ia rasa,
maklumlah hari ini udara Jakarta tidak menentu, lebih panas rasanya

Hatiku mulai tergugah,
Kutarik laci kecil dibawah tape mobil, sekedar mengambil beberapa ratus rupiah
“Tak usah memberi banyak,..” pikirku
Pastilah akan banyak gadis seperti ini ditiap lampu merah

Jari-jemariku menuntun beberapa receh rupiah
Seketika aku hendak mengisi plastik gelas itu…

“HEI TUAN, APA YANG HENDAK TUAN LAKUKAN?”

Tatap bayi laki-laki mungil itu menyentak

Matanya hitam alam, namun tajam ia menatap
Bibirnya terkatup rapat

“Apa yang tuan ingin lakukan terhadap uang hina itu?”

“Apa tuan ingin mengikatku lebih kuat lagi?”

“Lihatlah tuan, lihatlah mataku..”

“Badanku panas dijemur terik siang mentari,…”

“Lihatlah aku kakiku meronta, lihatlah dahiku berpeluh… lihatlah”

“Tuan duduk di mobil itu dengan manis, tuan nyalakan AC dingin untuk menghela panas mentari”

“Tapi lihatlah aku tuan, lihatlah aku.. aku disiksa”

Dunia serasa berhenti berputar, ..
Entah apa yang terjadi sehingga penuntun waktu berat untuk berpindah hanya sekedar satu detik saja
Tatapan bayi mungil itu menarik kerah bajuku,…
Ia tidak hendak aku berpaling walau sekejap

“Hei tuan..” seketika bayai itu berkata dalam tatapnya

“Jika dulu hanya mereka yang bersekolah dasar dipaksa untuk bekerja, lihatlah aku tuan besar”

“Aku sudah dipaksa bekerja dalam 2 minggu umurku…”

“Aku seharusnya dalam belai sayang ibuku…”

“Ibu, … hah!! IBU MACAM APA”

“Merah kulitku bukan lucu dicubit mesra”

“Merah kulitku dibakar panas ibu kota.”

“Tuan, tutup mulutmu jika ingin berbicara air susu yang kuminum”

“Mungkin aku sudah muak dengan air berwarna putih ini!”

“SUSU IBU?”

“Halah, ibu siapa?”

“Air cucian beras mungkin lebih baik!”

“JAHAT!!!”

“Anda juga JAHAT, tuan!”

“JAHAT!!!”

Bayi mungil itu mengisap jari kecilnya…

“Lihat tuan, … ini yang aku minum tiap hari ketika mereka membakar kulitku”

“Ini yang kuminum, … air keringatku sendiri!”

“Lalu, … tuan hendak memberi receh hina kepada wanita kecil ini??”

“Dia budak, tuan!”

“dan dia juga menjadikan aku budak!”

Dalam tatapnya ia berhenti sejenak, kemudian menghentak..

“Hei tuan, … kenapa diam saja?”

“Kenapa hanya air mata yang menetes ..”

“Kenapa hanya sesak nafas yang terhela ..”

“Mengapa hanya itu, tuan??”

“Jawablah, aku!!!”

“Hei tuan, jawab aku dengan suaramu!!!”

“Tuan, aku bertanya kepadamu…”

“Kapan air mata tuan bisa membasuh kulit ku yang terbakar ini…?”

“Kapan sesak nafas tuan terasa dikeningku dengan peluh ini ..?”

Penuntun waktu memberi menyala lampu kuning,
Pedal gas ku injak, roda mobil mulai menggulir…

“Hei tuan, anda hendak kemana…?” ratap bayi mungil itu

“Hei tuan, anda hendak meninggalkanku seperti ini..?”

“Hei tuan, jangan pergi!!!”

“Hei tuan, bagaimana apabila hal ini menimpa anak-anak tuan??”

“Hei tuan……..”

Suaranya kita sayu terdengar, …
Aku tak sanggup melihat tatapan itu,

“Ya Tuhan, tolonglah bayi mungil itu…”
“Ya Tuhan, bantu aku menjaga Fariz mungil…”
“Ya Tuhan, tuntun aku menjaga setiap amanah yang Engkau beri …”
“Ya Tuhan, ….”

Jakarta, 24 Desember 2010

Disela padat jalan ibu kota
Semoga menjadi pelajaran bagi ku dan anda

Herri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s