Jika boleh manusia tahu tentang kita, …

Jika boleh manusia tahu tentang kita, …

by Myenglish Uhamka on Friday, February 11, 2011 at 6:15am

Dear Raafi sayang, ..

Sebenarnya kunci kecintaan Tuhan pada kita sederhanya. Kalau dilihat dari salah satu suratNya, Cinta Tuhan terletak pada ‘Ketergantungan’ abadi kita kepada Tuhan. Ketergantungan?? maksudnya gmn? Yaitu ketika kita benar-benar tidak bisa berkata-kata, tidak ada hal bisa di perbuat, sehingga terasa kehidupan mencekik leher dan tidak ada nama lain yang disebut dalam pertemuan kita kecuali NamaNya yang mulia.

Seperti halnya dunia cinta-cintaan yang kita lalui bersama teman, sahabat ataupun pacar, dunia percintaan kita dengan Tuhan juga dunia percintaan yang hanya dimiliki antara kita dan Tuhan saja, tidak ada yang lain dari itu. Jika ada utaian kata, tentu rangkaian kasih itu hanya tertuju padaNya, dan apabila ada ucapan kita, maka ucapan kita percakapan mesra kepadaNya, serta perbuatan yang kita lakukan, hanya semata-mata untukNya.

Kata, ucapan, dan perbuatan yang memang untukNya, tentunya jika itu bagian dari percintaan, hanya kita dan Tuhan saja yang tahu. Begitulah cinta pada Tuhan menjadi rahasia yang terbisik hanya dalam satu hati.

Jika memang hati terasa tersakiti, dan Tuhan menjadi tempat berbagi, tentu tiada manusia lain yang mendengar ratapan kita malam itu. Karena, Tuhan telah datang dengan belaian mesraNya.

Jika memang dunia menzholimi sehingga peluh menenggelamkan diri, dan Tuhan telah mengulurkan tangan kita untuk Ia selamatkan, tentu tiada manusia lain yang tahu lembutnya sentuhan Tuhan.

Tentu, semua pertolongan Tuhan melalui perantara, bisa berjubah malaikat, berjasad manusia, atau berhembus seperti angin lalu yang tidak pernah terpikir. Tapi tetap, perjumpaan, belaian mesra ataupun ratapan tangis malam itu, tidak akan terdengar oleh selainNya.

Jika kita meratap pada manusia, kita berharap kesulitan yang mecekik leher itu bisa hilang dengan bantuannya. Lalu, dimana Tuhan yang kita rindukan tiap malam itu?

Jika hati tersayat sehingga tangis membahana, pada lembaran-lembaran kertas terukir ribuan kata ekspresi jiwa yang tersakiti. Lalu, dimana Tuhan tempat kita bersandar?

Jika boleh manusia tahu tentang kita, cukuplah kita manusia yang tegar seperti singa yang mengaung.

Jika boleh manusia tahu tentang kita, cukuplah cerita manis kemesraan kita dengan Tuhan.

Jika boleh manusia tahu tentang kita, cukuplah seperti Nabi katakan, “Cukuplah Tuhan sebagai pelindungku, yang memimpin dan memberikan pertolongan.”

Tetap, pertemuan itu .. adalah rahasia suci cinta kita dengan Tuhan

Jakarta, 11 Februari 2010

Salam sayang

Abi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s