Ketika kita harus memilih …

Ketika kita harus memilih …

by Myenglish Uhamka on Thursday, April 28, 2011 at 1:34pm

Sayangku Raafi, duduklah sesaat

Abi ingin berbagi dengan kamu tentang pilihan…

Kalau ada pertanyaan, manakah yang akan kamu pilih “BAIK” atau BURUK”?

Lalu, kalau ada pertanyaan lain, mana yang lebih baik “BAIK” atau “BURUK”?

Apakah pilihan kamu terhadap dua hal diatas?

Abi yakin kamu dan mungkin semua orang akan memilih BAIK.

Tapi, untuk sesaat abi pernah berfikir. Bahwa BAIK adalah penyeimbang BURUK dan sebaliknya. Bahwa, dalam hidup ini Tuhan selalu menciptakan dua hal yang berpasang-pasangan, SIANG dan MALAM, seperti BUMI dan LANGIT.

Kemudian abi berfikir, jika BAIK dan BURUK adalah pasangan satu dengan lainnya seperti SIANG berpasangan dengan MALAM, lalu, manakah yang lebih baik “SIANG” atau “MALAM”? atau ketika harus bertanya mana yang lebih baik “PANAS” atau “DINGIN”?

Jika kemudian pertanyaannya seperti diatas, maka jawabannya tentu tidak ada yang lebih baik, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau Tuhan menegaskan SIANG sebagai waktu betebaran mencari kehidupan maka MALAM diinginkan Tuhan waktu pertemuan denganNya. Jadi, untuk menjawab pertanyaan mana yang lebih baik antara SIANG dan MALAM, maka abi tidak bisa menjawabnya.

Sayang,

Kemudian abi menggunakan analogi yang sama untuk menjawab mana yang lebih baik antara “BAIK” dan “BURUK”. Lalu abi jatuh pada kesimpulan, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, bahwa keduanya merupakan pasangan dengan lainnya. Kemudian, abi teringat bahwa dunia berputar pada putarannya, dari bawah merangkak keatas, kemudian terjatuh kembali kebawah. Atau, baik menjadi buruk dan kemudian kembali menjadi baik.

Kadang, kita tahu sesuatu itu baik ketika kita membandingkannya dengan sesuatu yang buruk. Baik ada karena adanya buruk. Disinilah Tuhan menjadikan kita buruk, karena Tuhan memberikan penantian akan kebaikan kepada kita atas usaha yang kita lakukan.

Kadang, kita tahu seseorang itu cantik ketika kita membandingkannya dengan orang yang jelek. Maka, cantik itu ada karena adanya jelek.

Raafi anakku sayang,

Abi pernah teringat, bahwa Tuhan selalu memberikan pilihan pada kita “Fa al hamaha fujuraha wa taqwaaha” diberikan kepada kita sifat fujur (keburukan) dan taqwa (kebaikan)”, dan Tuhan tidak pernah memberikan sebuah paksaan pada kita untuk menjadi salah satu dari keduanya. Padahal, jika Tuhan mau maka Tuhan mampu menciptakan semua orang baik. Tapi toh, Tuhan tidak melakukan itu semua. Tuhan memberikan pilihan, dan kita yang memilihnya.

Untuk apa Tuhan berlaku seperti itu?

Sayangku, Tuhan sungguh Maha Adil. Karena Otak yang telah Ia ciptakan untuk kita, maka Ia menciptakan dua pilihan itu untuk kita. Tuhan ingin kita menggunakan otak kita untuk berfikir, dan Tuhan memberikan tuntunan yang baik kepada kita untuk meyakinkan otak agar tidak salah pilih, dan tuntunan itu diletakkan dalam hati (nurani) kita.

Sayang,

Kita selalu ingin memilih yang baik. Tapi entah kenapa, tiba-tiba kebaikan yang kita telah pilih itu menjadi tidak baik (buruk) untuk kita. Jawabannya sederhana, Tuhan menciptakan keseimbangan dalam pilihan kita, dan kadang keseimbangan yang diberikan Tuhan tidak datang dari dalam diri kita, melainkan dari lingkungan sekitar kita. Coba Raafi pikirkan, beberapa pengendara motor yang mengalami kecelakaan, motornya sudah baik dicek, pakai helm dengan benar, oli diganti setiap periodik. Tapi tiba-tiba aja ada Truck yang tidak hati-hati yang menyebabkan kecelakaan itu. Raafi lihat bukan, kebaikan yang telah kita rencanakan, di hancurkan oleh lingkungan kita.

Menjadi Kaya dan Miskin adalah juga merupakan pilihan.

Tapi abi, ada orang yang dilahirkan dalam keadaan miskin, sehingga ia menjadi miskin pula. Lalu bagaimana?

Raafi ku sayang,

Tuhan menciptakan makhluk dengan keunikan seperti yang pernah abi bahas sebelumnya. Ya unik, dengan potensi dan keunggulan yang berbeda-beda. Kemudian masalahnya, apakah kita akan menyerah dengan keadaan yang diberikan pada kita. Padalah Tuhan sungguh tahu dengan ciptaanNya yang sempurna. Tuhan mengerti “mesin” yang kita miliki, yang tentunya seluruh kompetensi yang kita miliki. Pertanyaan simple nya adalah, Jika disamakan dengan sebuah komputer, apakah Windows 95 bagus diinstal pada sebuah Komputer bermesin Core-I-3? Jawabannya simple, sayang komputer nya, mahal2, atau bagus2 hanya di instal komputer jadul Windows 95. Begitulah perumpamaannya, Tuhan menciptakan mesin yang bagus sesuai dengan karakteristik dan keunikan kita, dan pilihannya adalah jenis sistem apa yang akan kita instal kedalam mesin berkualitas tinggi pada diri kita?

Tuhan yang memberikan pilihan kepada kita, dan kemudian kita lah yang harus memilih satu untuk dijalani. Yang perlu kamu perhatikan adalah, walau hanya ada baik dan buruk, tapi Tuhan tidak pernah memberikan pilihan yang sama pada setiap hambanya. Dan atas dasar ini, jangan samakan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Karena, pilihan yang kita buat tidak akan sama dampaknya dengan pilihan orang lain yang telah mereka buat.

Menjadi seorang bodoh, apakah itu baik?

Jawabannya adalah IYA, itu baik. Lho, kenapa begitu? karena bodoh adalah awal dari kepandaian. Dengan bodoh kita belajar untuk menjadi lebih pintar, dan menjadikan kita sadar bahwa masih banyak ilmu yang perlu kita pelajari.

Jawabannya juga TIDAK, itu tidak baik. Kalau kita menyerah dengan kebodohan, menjadikan kita malas untuk berusaha dan menempatkan kita menjadi budak-budak yang hanya patuh tanpa berfikir. Disanalah bodoh itu menjadi buruk.

Sayangku,

Kita membuat pilihan, dan kita harus bertanggung jawab atas pilihan itu, maka disanalah kita menjadi orang yang mulia. Yang menjadikan kita hina adalah ketika kita tidak bisa membuat sebuah pilihan, dan menjadikan diri kita terbawa dengan pilihan orang lain.

Lalu, untuk hidup dan masa depan, … apakah kamu tidak juga mampu membuat sebuah pilihan?

Pikirkanlah sebuah pilihan untuk hidup dan masa depan kamu, dan putuskanlah yang terbaik. Untuk hasilya? Serahkan semua hasilnya pada Tuhan. Hasil sebuah dari keputusan PASTI berada pada CINTA TUHAN. Baik dan Buruknya pasti berisi keberkahan dan pelajaran berharga untuk kebaikan kita dimasa depan. Karena, Tuhan selalu mencintai kita.

Sayangku,

Selamat mengambil keputusan, dan hadapilah konsekuensinya bagai singa yang mengaung tanpa rasa gentar

Jakarta, 28 April 2011

Abi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s