Seandainya saja wanita tahu …

Seandainya saja wanita tahu …

by Myenglish Uhamka on Friday, December 10, 2010 at 7:55am

Sendaianya saja wanita tahu, … bahwa Tuhan mengasihi, menyayangi dan mencintai mereka melebihi kasihNya, sayangNya dan cintaNya melebihi kaum pria. …

Buktinya, Tuhan menjadikan menjadikan alam semesta dengan memakai perumpamaan wanita. Tuhan menjadikan wanita tolak ukur kebangkitan, kemuliaan dan kehancuran dunia dan seisinya dengan untaian kata “baik-baik nya wanita menjadikan baiknya sebuah negeri dan seburuk-buruk wanita adalah buruknya sebuah negeri.” Dan, apabila Tuhan ingin menghancurkan kaum, maka Ia jadikan wanita pada kaum itu buruk terlebih dahulu. Bahkan Pria, yang dianggap perkasa, … ho ho ho, siapa dibalik keperkasaannya??? Benar, Wanita. Da’wah Islam mulai berkobar, karena ada Khodijah… istri Nabi yang bijaksana dan mulia itu.

Pernah lihat Ka’bah yang dikelilingi oleh masjid Al haram? Mengutip perkataan sahabat Teguh Handoko, juga merunut (menggambarkan) rahim seorang wanita.

Wanita bagi Tuhan juga segalanya. Buktinya, Ia menitipkan banyak sifat-sifat agungNya pada wanita.

Tuhan indah, seperti gambaran keindahan wanita. Lihatlah wanita, padangan seorang pria pada wanita selalu dalam keagungan keindahan dan kecintaan, walau selalu bersifat subjektif. Wajar kemudian pepatah menyebutkan ‘beauty is on the eyes of beholder.” Lihat ungkapan “Kecantikan (beauty)” bukan “Ketampanan.” Seburuk apapun  seorang wanita diciptakan, ia tetap memiliki keindahan. Karena, wanita adalah perhiasan dunia. Dan perhiasan selalu memiliki keindahan. Jika saja wanita yang tertutup dengan hijabnya masih terpancar keindahannya, maka bagaimana wanita yang membuka lebar kecantikannya, menghumbar-humbar kecantikannya, ‘wahai pria inilah kecantikanku’? lalu, apa yang akan dilakukan pria apabila sinar kecantikan itu menyilaukan mata-mata mereka, dan menggelapkan hatinya? Kasihanilah pria atas hal ini, berilah kebaikan pada kami.

Tuhan menggambarkan dunia dan seisinya dengan lambang wanita, ‘cantik’ dan ‘indah’

Tuhan menjadikan ilmu dengan sifat wanita, … di dekati, ditemani, ditekuni, dimaknai, diminta, dipinang, dimahar dan dimiliki. Seperti wanita bukan, yang ingin didekati, ditemani, yang ingin memiliki arti, yang ingin diminta, yang ingin seseorang berkorban atau berusaha untuk mendapatkannya (lambang mahar berarti demikian), dan tentunya ingin dimiliki untuk selamanya.

Tuhan menjadikan sifat diriNya pada diri seorang wanita, Yang Dipuji, seperti wanita yang ingin selalu dipuji, Yang Maha Lembut, selembut hati wanita, Yang Maha Pemalu, seperti wanita dengan sifat malunya. Tuhan Yang Maha Indah, dan menitipkan keindahan pada Wanita.

Selayaknya wanita yang mabuk karena cinta, yang rela memberikan kehormatan dan kemuliaan diri untuk pria yang ia cinta, Tuhan pun demikian. Tuhan juga mabuk karena cinta, ‘jika engkau berjalan mendekatiku, maka Aku akan berlari mendekatimu, jika engkau berlari, maka Aku akan lebih cepat dari itu,’ begitu ucapNya. Tuhan memberikan apa yang diminta oleh orang-orang yang Ia cintai dengan penglihatanNya. Jika apa yang diminta bukan saatnya, maka Ia akan menundanya dan menjadikan waktu penundaan itu sebagai pelajaran dariNya. Dan apabila itu akan menyakiti hidup si hamba, maka Tuhan menggantikannya dengan apa yang terbaik baginya. Tidak akan pernah satu permintaan yang terlewat bagi Tuhan untuk mengabulkan, karena Tuhan memang telah dimabuk cinta dengan si hamba. Hanya satu yang diminta Tuhan, angkatlah tanganmu, dan mintalah padaKu, begitu Tuhan tersipu malu dalam firmanNya.

Memang benar Tuhan melebihkan suatu kaum dari kaum yang lain, dan Tuhan melebihkan kaum pria atau kaum wanita. Bukan melebihkan dalam hakekat penciptaannya, tapi melebihkan tugas dan tanggung jawabnya. Atas dua hal inilah Tuhan menjadikan pria dan wanita berbeda, karena memang ada tugas berbeda yang harus diemban bagi keduanya. Benar Tuhan menjadikan pria sebagai pemimpin kaum wanita, untuk memimpin bukan untuk menyakiti ataupun menzholimi. Seperti sebuah kendaraan, kaum pria adalah supir yang mengarahkan laju kendaraan, karena kendaraan itu membawa harta yang paling mulia yaitu Wanita dan mereka yang terlahir dari rahimnya. Disinal letak kemuliaan wanita sebagai harta yang dijaga kehormatan dan kemuliaannya, dan jangan pula wanita merendahkan dirinya dengan meminta kesetaraan atas pria.

Untuk tugas kepemimpinan pria atas wanita, maka wajarlah apabila pria menerima hukuman Tuhan yang paling berat apabila ia tidak mampu menjaga hartanya. Maka jatuhlah hukuman Tuhan pada pria yang tidak bisa menjaga hartanya, pada pria yang tidak mampu menjadikan wanita baik atau lebih baik.

Wanita memiliki sifat Tuhan, dan selayaknya sifat Tuhan yang memiliki kemuliaan, maka wanita pun harus membawa kemuliaan pada dirinya. Jikalau wanita menghinakan dirinya, maka ia benar-benar telah menghinakan Tuhan dengan sifatNya. Tinggalkan saja kewanitaan jika memang demikian, … ya .. ya seandainya saja wanita tahu…

Untuk wanita tersayangku, ,…

Herri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s