Tuhan, maaf aku berselingkuh…

Tuhan, maaf aku berselingkuh…

by Myenglish Uhamka on Tuesday, February 1, 2011 at 8:55am

Tak biasanya Tuhan duduk menyendiri dalam kamar-kamar syurga yang indah.
Ia duduk tidak diatas singgasana Arsy yang mulia
Hanya kursi tampak biasa tanpa dikelilingi dengan permata syurga yang berkilau
Tuhan hanya sendiri, ditempat itu
tanpa satupun malaikat bersamaNya dimalam sunyi

Biasanya, tiap kali aku berjumpa
Tuhan selalu menyambutku dengan senyuman Maha Indah
Tak perlu aku ketuk pintu syurga, ia pun akan terbuka dengan sendirinya
Permadani merah bertahta berlian akan menuntun tiap langkahku pada Tuhan
Tuhan bangkit dengan Maha Gagahnya dari atas Arsy,
hanya sekedar untuk menyambut kedatanganku

Tapi malam ini,
Aku hanya dapat melihatNya tertunduk dengan suara isak tangis
Iya, suaranya terdengar semu, tapi menyayat hati

“Tuhan … ” rayu mengiring jemariku kepada Tuhan

Kucoba melihat Tuhan dengan segala Maha Indah yang Ia miliki
Tapi, …
Tuhan berpaling, …
Ia menatap jauh dariku

Dalam diamNya, Tuhan berbisik “apa yang tidak Aku berikan untukmu?”

Bibirku terkatup, … kuusahakan ia terbuka hanya sekedar untuk berucap
Tapi bertambah ia membeku…

“Yang mana lagi yang masih engkau dustakan kepadaKu?”

Suara lirih Tuhan berbisik memecah kesunyian

“Tiap kali engkau datang, Aku selalu menyambutmu dengan seluruh cinta dan kasih suciKu”

“Tapi engkau tidak pernah menyambut kedatanganKu kelubuk hatimu”

“Kemarin, hatimu penuh dengan uang yang kau dapatkan”
“Sebelumnya, hatimu dipadati dengan istri dan anak-anakmu”
“Jauh sebelumnya, kau jajakan hatimu pada manusia-manusia hina agar mereka mencintaimu”

“Hatimu sudah penuh dengan pelacur-pelacur dunia, sehingga tidak ada ruang lagi untuk kehadiranKu”
“Kau sungguh tahu, … Aku lebih mencintaimu dari mereka, dan cintaKu padamu tidak akan pernah pudar”
“Engkau pun telah mengerti, mereka mencintaimu hanya sesaat saja… dan seketika cinta hilang,
mereka akan menghinakanmu dan membuat hatimu galau”

“CintaKu mana lagi yang masih engkau hinakan??”

Tuhan terisak dalam tangisannya, …

“Kemarin kau datang menadahkan tangan, … memintaKu untuk menjawab semua keiinginanmu”
“Kemarin kau datang bersenandung kesedihan, memintaKu untuk membelai hatimu yang tersakiti”

“Namun, …”
“Ketika permintaan telah terpenuhi, …”
“Sesaat hatimu ceria menanti pelangi, ..”
“Siapakah yang kau sebut???”

“Kau ucapkan indahnya rumah mewah pemberianKu sebagai keringatmu,..”
“Kau ucapkan mewahnya mobil yang Ku berikan sebagai hasil tabunganmu, …”
“Dan, … seketika hatimu berbunga kembali.. engkau lari pada cinta sahabat-sahabatmu,
manusia-manusia hina yang kau bilang cantik, yang engkau puji kekayaannya, …”

“PemberianKu mana lagi yang masih engkau ingakari?”

Tuhan kemudian berpaling, …
Ia menatapku dengan tatapan murkaNya
Beberapa kali aku mendengar letusan gunung Merapi,

“Aku tak kuasa melihat Tuhan yang Maha berkilau,..”
Merapi bergumam kesakitan,..

sesekali aku melihat kebawah, …
tetesan air mata tangis Tuhan telah menggelombang dasyat nya…
mulai dari Sydney, kulihat jelas, mengalir gelombang disertai lumpur menuju Toowoomba wilayah Birsbane

“Aku hancurkan rumah-rumahmu, … agar kau kembali teringat akan cintaKu.”
“Aku ambil uang-uang yang kau simpan, agar kau kembali meminta kepadaKu”
“Aku bisikkan manusia-manusia untuk menyakiti hatimu, agar cintamu kembali hanya untukKu.”

“Tapi, hatimu telah mati, …”
“Ya, … mati karena cinta buta…”
“Cinta buta yang kau bangun sendiri, dan kemudian cinta itu justru menusukmu setiap detiknya”

Suara Tuhan begitu menggelegar,… keras tak kuasa aku mendengarnya
Kulihat petir dan guntur sahut bersahut diatas bumi Burj Khalifa Dubai

“Ingat, .. ingatlah untukmu yang menolak CintaKu”

“Tiap kali kau cari cinta yang ada di dunia ini,…”
“Aku telah perintahkan mereka (dunia), … untuk menjadikanmu budak-budak mereka”

“ilmu (Teknologi) yang kau ciptakan, … akan justru mencekik lehermu”
“Harta yang engkau kumpulkan, … akan menguburmu hidup-hidup”
“Anak yang kau dambakan, … akan memotong urat nadimu sendiri”
“Istri yang engkau cintakan, … akan meludahi kehormatanmu sendiri”

“Ingatlah itu, …”

Tuhan kemudian memalingkan wajah suciNya

“Sekarang, pulanglah engkau pada cinta-cinta yang membuat Aku tertolak”
“Putuskanlah dengan hati dan pikiranmu, cinta mana yang ingin kau pilih…”
“CintaKu, …. atau cinta mereka”

“Jangan ketuk gerbang syurgaku, … jika engkau belum rela meninggalkan mereka!”
“Pulanglah…!”

Aku hanya terdiam,
air mataku sudah meninggi hingga mencekik leher
dalam sesak, … aku hanya berbisik pada angin yang berhembus…

“Tuhan, … maaf aku telah berselingkuh”
“Tuhan, … maafkan aku”

Semoga manfaat,
Jakarta, 1 Februari 2011

Herri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s