Diantara Kuantitatif (Quantitative) dan Kualitatif (Qualitative) dalam Research

Diantara Quantitative dan Qualitative Research

Ditulis oleh:

Herri Mulyono (Dosen UHAMKA)

Terdapat beberapa kesalah pahaman yang terjadi ketika berbicara tentang metode riset, yang dalam hal ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Pertanyaan pertama yang selalu timbul ketika memulai penulisan skripsi atau tesis umumnya adalah, apakah jenis kuantitatif atau kualitatif yang akan dipilih. Padahal, metode adalah cara untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Perlu di renungkan kembali, bahwa apakah itu skripsi ataupun tesis merupakan sebuah aktivitas ilmiah yang tujuannya adalah problem solving, atau memecahkan masalah. Pemecahan masalah tentu banyak ragamnya, sangat bergantung pada tujuan dari aktivitas yang dilakukan, yaitu apakah mencari indikasi, menjelaskan, membedakan, mencari dampak, mencari penyebab dan lainnya. Sehingga, alur logikanya adalah tujuan-alasan-dan bagaimana memecahkan masalahnya.

Tujuan dalam artikel ini adalah apa yang ingin kita capai dengan melakukan dalam riset (skripsi, atau tesis). Dalam sistematika penulisan, tujuan dituliskan secara gamblang dengan sub-judul tujan penelitian atau objective of the study. Sedangkan, alasan adalah latar belakang yang memacu kita melakukan penelitian. Latar belakang ini mencakup alasan konteks maupun ruang kosong dari studi-studi yang telah dilakukan sebelumnya terkait dengan riset kita. Pada tahap selanjutnya adalah bagaimana mencapai tujuan, atau alternatif cara yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan riset tersebut. Pertanyaan ‘Bagaimana’ inilah yang kita sebut dengan metode penelitian yang muncul ketika kita sudah mendapatkan pertanyaan: ‘apa tujuan riset kita?’

Kedua, sering kali pembicaraan tentang dua metode kuantitatif dan kualitatif muncul terkait analisa data yang biasa diletakkan pada bab 3. Walaupun pernyataan ini benar, namun tidak sepenuhnya dibenarkan. Hal ini dikarenakan bahwa banyak buku yang mengatakan bahwa penggunaan salah satu dari metode tersebut akan mempengaruhi bagaimana menurunkan teori sebagai salah satu landasan utama kita (lihat Lewis & Ritchie, 2004; Cohen & Manion, 1994; Creswell, 2003; Robson, 1993). Sehingga dapat dikatakan bahwa memilih salah satu metode penelitian, apakah kuantitatif ataupun kualitatif, akan menuntun kita dalam merangkai landasan teori, desain penelitian, serta prosedur penelitian yang akan kita lakukan.

Apakah kuantitatif ataupun kualitatif bukanlah persoalan, dan seharusnya tidak dijadikan permasalahan awal tetapi bagaimana menentukan tujuan penelitian yang dirangkai dengan pertanyaan penelitian (research question) dengan benar. Sehingga, sebagai peneliti muda, kita tidak terlalu dibebani dengan banyak hal yang belum waktunya untuk ditampilkan. Akibatnya adalah ‘rasa takut’ untuk memulai penelitian itu sendiri. Tentukan tujuan penelitian yang benar, yang dapat dijangkau dan terukur.

Selamat meneliti

 

*Jika post ini bermanfaat, mohon di rating dan di share sehingga yang lain dapat merasakan manfaatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s