Quantitative Abuse?

Quantitative Abuse: Mixed Method?

Ditulis oleh:

Herri Mulyon (Dosen UHAMKA)

Beberapa hal yang harus dipertanyakan adalah tren penelitian pendidikan yang mengarah pada hubungan, pengaruh, efek dimana metode penelitian kuantitatif menjadi tolak ukur utama. Tren inilah yang kemudian ‘memaksa’ mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan riset sebagai tugas akhir studinya untuk menggunakan metode hitung-hitungan angka ini menjadi metode pemecahan masalah risetnya. Padahal tren kuantitatif dalam penelitian sosial khususnya pendidikan kini mulai menjadi isu hangat dalam perdebatan para ahli. Salah satu isu utamanya adalah subjek penelitian, manusia yang memiliki sifat, tingkah laku, perasaan atau karakteristik khusus lainnya yang tidak bisa semata diteliti dengan menggunakan metode kuantitatif. Sehingga alternatif mixed method atau metode kombinasi antara kuanatitatif dan kualitatif menjadi jalan keluar yang menjanjikan seperti yang di usung oleh Lewis & Ritchie, 2004; Cohen & Manion, 1994; Creswell, 2003; Robson, 1993; dan Tashakkori & Teddlie, 2010.

Ada beberapa indikator mengapa mixed method ini belum digandrungi oleh banyak peneliti muda di Indonesia (berdasarkan hasil survey saya di jurnal online universitas yang memiliki program keguruan):

1) Masih kuatnya image superioritas Logika matematika

Walau Gardner telah memunculkan teori tentang multiple intelligence yang mulai membuka pemahaman baru tentang kecerdasan yang tidah hanya tergambar dari test IQ, image masyarakat luas, juga beberapa kaum akademisi tentang ‘kecerdasan’ yang diukur dengan test IQ (logika matematis) masih menjadi trend. Hal inilah yang menjadikan banyak pemahaman bahwa riset yang berkualitas sangat bersandar pada angka-angka yang disajikan. Hal ini juga meluas kepada salah persepsi yang kemudian ditampilkan dalam perkuliahan Metode Kuantitatif, yang menekankan pada aktivitas perhitungan yang terlihat rumit, dibandingkan pembahasan tentang metode, desain, serta prosedur penelitian yang memiliki peran utama dalam menjawab pertanyaan penelitian (research question). Padahal, perkembangan software statistik kini sudah mulai meluas dikalangan masyarakat akademis sehingga quantitative abuse seharusnya tidak dijadikan momok yang menakutkan

2) Belum tersentuhnya metode Mixed Method dalam perkuliahan

Sejauh ini, perkuliahan metode penelitian hanya mencakup dua hal, yaitu kuantitatif dan kualitatif dimana alternative mixed method belum mendapat ruang sebagai jalan alternatif mencapai tujuan penelitian. Pemisahan dua mata kuliah kuantitatif dan kualitatif hendaknya tidak lagi dijadikan isu utama dalam pengajaran melainkan integrasi kedua mata kuliah itu menjadi pilihan bagi mahasiswa dalam risetnya nanti. Sehingga, mixed method dapat menjadi salah satu dari dua yang telah tersedia sebagai alternatif dalam pemecahan masalah riset yang sedang digiatkan oleh mahasiswa

3) Faktor pembimbingan

Dalam banyak hal, aktivitas penelitian oleh mahasiswa cendrung sangat dipengaruhi oleh dosen pembimbing, baik dalam penentuan tema penelitian hingga metode apa yang digunakan dalam riset mahasiswa. Isu klasiknya adalah belum meluasnya budaya open-minded dan budaya belajar bagi sebagian dosen sehingga mahasiswa cendrung diarahkan dengan ‘cara-cara yang sama’ seperti dosen tersebut menjalani studinya beberapa tahun yang silam. Sehingga ada baiknya jika dosen juga dituntut melakukan up-date ilmu pengetahuan dan keluar dari budaya-budaya kuno yang justru mengikat dirinya jauh untuk tidak berkembang.

(bersambung …)

*Jika post ini bermanfaat, mohon di rating dan share sehingga yang lain juga dapat mengambil manfaatnya

One thought on “Quantitative Abuse?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s