“… berhenti sebelum kenyang”

“… berhenti sebelum kenyang” selain dari tinjauan medis untuk mejaga kesehatan, rupanya memiliki filosofi yang sangat tinggi.

“Berhenti sebelum kenyang” direfleksikan dari kehidupan Fir’aun. Firaun adalah produk “terbaik” yang kenyang atas semua hal: fisik, ilmu, kekayaan dan wanita; yang kemudian menempatkan dirinya menjadi “sumber segalanya” karena tidak tersaingi. “Merasa cukup, merasa mapan, merasa aman” adalah sebuah awal dari kemalasan yang sangat potensial, dan bentuk penciptaan diri sebagai Tuhan, seperti yang dahulu diperbuat fir’aun yang kemudian menjadikan sombong, angkuh dan menzolimi (karena kekuatan/”kenyang”) yang perolehnya.

“… berhenti sebelum kenyang” merupakan refleksi “kesadaran/mawas diri” dari “kelaparan dan kekenyangan” untuk menjadi diri yang lebih baik, dan yang lebih bermanfaat.

-HM York, 13 Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s