Menyoal Transparansi Penilaian UN

(Klik disini untuk mendownlad pdf)

Oleh: Herri Mulyono

 

Tindakan terpenting yang dapat dilakukan Kemdikbud dalam mengusung transparansi proses penilaian adalah dengan memublikasikan kunci jawaban UN beserta metode penilaian yang digunakan

herri-mulyonoPerhelatan besar bernama Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari. UN akan diselanggaraan secara serentak mulai tanggal 13 April 2015 untuk SMA/MA/SMK, atau tanggal 4 Mei 2014 untuk jenjang SMP/MTs. Di tahun 2015 ini UN dilaksanakan dengan wajah baru, dimana kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh pihak sekolah. Sayangnya, walaupun pemerintah telah mendesain kebijakan UN yang pro siswa, momok kecurangan terlanjur melekat pada UN yang berdampak pada memunculkan stigma negatif terhadap rangkaian pelaksanaan UN.Masyarakat terlanjut bersikap apatis terhadap pelaksanaan UN yang jujur.

Beragam cara telah dilakukan Kemdikbud untuk menghilangkan persepsi negatif tentang UN, mulai dari kampanye nilai dan karakter jujur, memberikan informasi terkini terkait proses persiapan UN, penggunaan CCTV dalam mengawasi proses pencetakan, pengawalan ketat distribusi soal, pembentukan tim independen yang mengawasi pelaksanaan UN, sampai dengan nantinya prosedur pengiriman lembar jawaban ke pusat penilaian. Namun sayangnya, Kemdikbud masih belum berani untuk membuka proses penilaian.

Selama ini proses penilaian hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu. Sekolah dan siswa hanya diberikan hasil akhir UN dengan informasi posisi sekolah dan siswa berdasarkan pemeringkatan. Padahal, proses penilaian merupakan salah satu titik rawan untuk terjadinya manipulasi. Sehingga, Kemdikbud dipandang perlu untuk bersikap transparan serta mengundang masyarakat pendidikan khususnya guru dan siswa secara aktif dan bersama-sama mengawal proses penilaian hasil kerja siswa setelah pelaksanaan ujian nasional. Transparansi semacam ini pada akhirnya akan memuaskan semua pihak serta dapat menghilangkan rasa curiga tentang UN.

Tindakan terpenting yang dapat dilakukan Kemdikbud dalam mengusung transparansi proses penilaian adalah dengan memublikasikan kunci jawaban UN beserta metode penilaian yang digunakan. Penjelasan tentang jawaban tiap butir soal dan bagaimana proses menilai setiap kesalahan juga perlu juga diinformasikan. Publikasi informasi semacam ini tentunya akan menguntungkan baik pemerintah maupun masyarakat pendidikan terkait beberapa hal.

Pertama, identifikasi kendala teknis. Dengan mengetahui kunci jawaban benar dan metode penilaian yang digunakan, maka siswa ataupun pihak sekolah dapat secara mandiri memprediksi nilai yang akan diperoleh. Sehingga, bila terjadi perbedaan antara penilaian, maka siswa dapat mengevaluasi permasalahan teknis yang mungkin memengaruhi proses penilaian, seperti kualitas lembar jawaban komputer, ketebalan pensil yang digunakan, alas ujian, pengisian nama dan nomor ujian serta masalah-masalah teknis lainnya.

Kedua, mengetahui kualitas soal UN. Selama ini kualitas soal UN tidak pernah diinformasikan secara luas kepada masyarakat kecuali pihak penjaminan mutu. Melalui publikasi jawaban UN dan metode penilaian yang digunakan, masyarakat pendidikan secara tidak langsung diajak secara bersama-sama untuk turut andil dalam menilai kualitas soal UN. Seperti di beritakan bahwa UN tahun 2015 ini tetap mengusung format pilihan ganda sehingga masyarakat bersama pemerintah dapat mudah mengevaluasi kekuatan daya pembeda soal, sebaran tingkat kesulitan pada setiap soal, serta daya pengecoh pada tiap butir soalnya. Dari kerjasama ini, pemerintah dapat menerima masukan berharga khususnya tentang kualitas soal UN yang kemudian dapat melakukan perbaikan untuk UN yang akan datang.

Ketiga, media pembelajaran. UN sejatinya tidak hanya dijadikan alat evaluasi yang memberikan informasi tentang pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga dapat difungsikan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa. Brown (2004) menjelaskan bahwa salah karakteristik test yang baik adalah memiliki washback yang berfungsi untuk mendiagnosis kemampuan dan kekurangan siswa.
Washback dalam UN dapat difasilitasi dengan memberikan informasi tentang benar atau salahnya siswa menjawab soal selama test sehingga siswa mendapatkan ruang untuk belajar. Dengan kata lain, siswa mendapatkan informasi yang detail tentang kemampuannya mengerjakan tiap butir soal, atau setidaknya diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi diri melalui jawaban dan penjelasan soal UN yang diberikan oleh pemerintah.

Keempat, peningkatan kompetensi keilmuan guru. Publikasi jawaban UN dan penjelasannya juga akan bermanfaat bagi guru, khususnya dalam meningkatkan kompetensi keilmuannya. Selama ini rendahnya kompetensi pedagogi dan keilmuan guru banyak dijadikan penyebab rendahnya kualitas pembelajaran di kelas. Pada uji kompetensi awal (UKA) dan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2012 misalnya, pencapaian kompetensi guru yang mencakup kompetensi pedagogi dan keilmuan hanya berkisar 42 – 45, atau masih di bawah rerata nasional 50. Capaian guru tingkat sekolah dasar bahkan lebih rendah di bawah 40.

Pelaksanaan sertifikasi belum secara signifikan meningkatkan kompetensi profesional guru, khususnya kompetensi keilmuan. Mendikbud, Anies Baswesdan dalam paparan UN 2015, juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan satu poin kompetensi siswa dalam bahasa Indonesia, maka diperlukan peningkatan kompetensi guru sebesar 3,2 poin. Artinya, bila melihat ilustrasi Anies, tugas pemerintah meningkatkan kompetensi guru tiga kali lebih besar tantangannya bila dibandingkan dengan meningkatkan kompetensi siswa.

Karenanya, publikasi kunci jawaban UN serta penjelasan di dalamnya dapat menjadi media bagi pemerintah untuk menyegarkan kembali komptetensi kelimuan guru. Sehingga guru juga dapat turut belajar dan pada akhirnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas belajar siswa di sekolahnya masing-masing.

 

Untuk mengutip (to cite):

Mulyono, H. (2015, 30 Maret). Menyoal transparansi penilaian UN. Harian Waspada. Opini. Tersedia pada link:http://waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=42108%3Amenyoal-transparansi-penilaian-un&catid=59%3Aopini&Itemid=215

2 thoughts on “Menyoal Transparansi Penilaian UN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s